Keamanan
data pada jaringan
Hay sahabat blogger semua ? kali ini
saya akan menjelaskan tentang Keamanan
Data pada Jaringan
Ehmm, Komputer
yang terhubung dengan sebuah jaringan Internet,
akan rawan terhadap penyusupan atau kejahatan dari luar. Jika seseorang bisa
menyusup ke sebuah komputer,
maka orang tersebut dapat dengan mudahnya mengambil data-data yang tersimpan
pada komputer
tersebut dan menggunakannya untuk keuntungan pribadi.
Hacking
adalah usaha memasuki sebuah
jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan
secara ilegal.
Sedangkan cracking adalah usaha memasuki sebuah jaringan secara ilegal dengan
maksud mencuri, mengubah, atau menghancurkan file atau data yang disimpan di komputer-komputer yang ada di jaringan tersebut. Pelaku hacking disebut hacker sedangkan
pelaku cracking disebut cracker.
Beberapa metode yang digunakan hacker dan cracker untuk menyusup ke sebuah jaringan komputer, antara lain :
1.
Spoofing merupakan salah
satu bentuk penyusupan dengan cara memalsukan identitas user sehingga hacker dapat
login ke sebuah jaringan komputer secara ilegal. Pemalsuan identitas user ini menyebabkan hacker dapat login seolah-seolah sebagai user
yang asli.
2.
Scanner merupakan salah satu bentuk penyusupan dengan menggunakan sebuah
program yang secara otomatis mendeteksi kelemahan sistem keamanan sebuah jaringan komputer di jaringan lokal
ataupun komputer di jaringan lain.
3.
Sniffer merupakan metode dengan cara menganalisis dan memonitor jaringan komputer . program ini
mengatur kartu jaringan (LAN Card) untuk memonitor dan menangkap semua lalu
lintas paket data yang melalui jaringan, tanpa memperdulikan kepada siapa paket
data tersebut dikirimkan.
4.
Password cracker merupakan metode yang dilakukan cara membuka password yang sudah
dienkripsi (dikodekan). Selain itu, ada juag password Cracker yang
bekerja dengan cara menghancurkan sistem keamanan password.
5.
Destructive device merupakan metode berupa virus yang dibuat untuk menghancurkan
data-data.
Untuk
menjaga keamanan data pada saat dikirim dan disimpan dalam jaringan komputer, maka dibutuhkan teknik atau cara untuk
mengamankan data-data tersebut. Teknik
pengamanan data yang ada saat ini, antara lain :
1)
Enkripsi
Enkripsi adalah sebuah
proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi
sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi juga dapat diartikan sebagai kode atau Chipper.
2)
Firewall
Firewall merupakan program
yang dipasang pada jaringan untuk memproteksi sistem komputer dengan tujuan
mengamankan Network Internal. Firewall bekerja
menggunakan filter dan Proxy. Filter
digunakan untuk menyaring komunikasi agar hanya aplikasi tertentu saja yang
dapat lewat, dan hanya komputer yang memiliki identitas tertentu saja yang
dapat berhubungan. Sedangkan Proxy untuk
memberi izin ke pengguna dari dalam untuk mengkases internet seluas-luasnya,
namun dari luar internet hanya dapat mengakses satu komputer tertentu saja.
3)
Kriptografi
Kriptografi adalah seni
menyandikan data. Ada dua proses yang terjadi dalam kriptografi,
yaitu proses enkripsi dan dekripsi. Proses enkripsi adalah proses
mengubah data asli menjadi data sandi. Proses dekripsi adalah proses
mengembalikan data sandi menjadi data asli.
4)
Secure Socket Layer (SSL)
Secure
Socket Layer adalah suatu
bentuk penyandian data .sehingga
informasi rahasia seperti nomor kartu kredit atau kontrol autentikasinya tidak
dapat dibaca atau diakses oleh pihak lain. Selain pemiliknya dan Server (pemilik Servis).
5)
Pretty Good Privacy (PGP)
Pretty
Good Privacy adalah salah satu
algoritma keamanan komunikasi data melalui Internet untuk komunikasi harian
semacam Electonic Mail. PGP merupakan
gabungan antara sistem pembuatan Digest, enkripsi
simetris, dan asimetris.
6)
Sniffer Packet
Sniffer
Packet yang juga dikenal sebagai Network Analyzers atau Ethernet Sniffer merupakan sebuah
aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data pada jaringan komputer. Sniffer paket dapat dipakai untuk
mengatasi permasalahan pada jaringan
komputer, mendeteksi adanya penyelundup dalam jaringan (Network Inyudion), memonitor penggunaan
jaringan dan menyaring isi tertentu, memata-matai penggunaan jaringan lain dan
mengumpulkan informasi pribadi yang dimiliknya (misal Password), serta dapat digunakan untuk Reverse Engineer pada jaringan.
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.